Isu Miring Cafe Bocosralus, Pengelola Cafe Mengatakan Itu Tidak Benar

infopasuruan.com – Terkait adanya isu yang diungkapkan oleh Ketua RT Pekuncen, Hari, Cafe Bocosralus yang berada di Jalan Pahlawan No 35, Kota Pasuruan digunakan minum-minuman keras dan skandal. Menanggapi isu tersebut, pengelola Cafe Bocosralus mengatakan itu tidak benar.

Hal itu diungkapkan oleh pengelola Cafe, Riangga Saputra saat melakukan mediasi di Kantor Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Senin (2/3/2020).

Pemilik Cafe, menilai tidakan Ketua RT tidak fer, karena tidak ada koordinasi dulu sebelum membuat laporan.

“Sistematik kinerja RT, ya seharusnya konfirmasi dulu agar tidak terjadi mis kesalafahaman. Kita kan bersebelahan dan saya 24 jam ada di situ, jadi itu yang disayangkan dan itu juga yang memberatkan saya,” kata Riangga Saputra.

Selain itu, Riangga juga mengatakan bahwa keberatannya terkait botol minuman keras dan skandal, saya berani bersumpah demi apapun.

“Saya berani bersumpah apa yang di isukan RT itu tidak benar,” ujarnya.

Sebelum pengelola Cafe Bocosralus menjawab isu tersebut, Ketua RT, Hari, dalam mediasi mengatakan, masalah Cafe Bocosralus sejak awal sudah saya komplinkan ke pemiliknya bamanya Dimyati selaku pemilik Cafe Bocosralus.

“Awalnya dia menyewa tempat itu dibuat pendidikan seni, seperti pameran lukisan dan lain-lain, tapi lama-lama kok ada musik sampai malam, itukan menganggu istirahat warga” katanya.

Kemudian, RT juga mengatakan bahwa pernah menemukan botol di samping rumahnya yang berdekatan denga Cafe Bocosralus. RT menduga botol tersebut dari cafe itu.

“Dua kali saya menemukan botol, yang terakhir itu hari minggu pagi terus saya foto dan saya kirim ke Dimyati. Kemudian, waktu saya keluar pakai sepeda pancal, melihat ada cewek keluar dari Cafe Bocosralus. Sebenarnya simpel saja, kalau pihak cafe respon saya tidak akan marah-marah,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut Bribka Setiyo Budi selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Pekuncen mengatakan, sebagai Bhabinkamtibmas tugasnya menjembatani. Intinya kita tidak mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, segala permasalahan kalau kita pertahankan dengan hati yang ingin benar, tidak akan ada titik temu.

“Kita jaga bareng-bareng, bertetangga satu lingkungan kita saling mengawasi. Yang penting permasalahannya sudah selesai disini, intinya miskomunikasi. Apasih fungsinya RT, rukun tetangga. Jadi kita harus rukun,” ucapnya. (SF)

Share this:


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close