Diduga Pemotongan Kayu Ilegal, LSM Penjara dan LSM M-BARA Soroti Pemotongan Kayu Di Pandaan

Dok, Ketua LSM Penjara DPC Pasuruan dan Ketua Umum LSM M-BARA di Lokasi Pemotongan Pohon Sono Keling di Pandaan

infopasuruan.com – Sejumlah pohon sono keling di tepi jalan Pandaan-Bangil, Kabupaten Pasuruan dipotong. Pohon sono keling yang dipotong salah satunya di depan toko daerah Kebon Waris, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Saiful Rizal, selaku Ketua LSM Penjara Indonesia DPC Pasuruan mengatakan, kayu sono keling punya nilai jual sangat tinggi. Saiful menilai, pemotongan kayu ini diduga menyalai aturan dan tergolong pembalakan liar.

“Kami masih mengumpulkan data terkait pembalakan sono keling ini, karena semua pohon yang dipotong ada di pinggir jalan, yang artinya ada di tanah negara,” kata Saiful Kepada media infopasuruan.com, Minggu (15/3/2020).

Saiful juga mengatakan, sono keling masih dalam jenis kayu appendix II, kayu ini diawasi dan dibatasi peredarannya untuk tujuan ekspor dan harus ada izin khusus. Karena itu, kayu yang dipotong harus dilelang, dan uangnya masuk ke kas negara.

“Khawatir, nanti alasan peremajaan dan pemangkasan adalah cara untuk menutupi modus pembalakan liar. Kayu sono keling saat ini jauh lebih mahal dari kayu jati, apalagi untuk ekspor nilainya bisa dua sampai tiga kali lipat dari kayu jati,” ungkap Saiful.

Tak hanya di Pandaan, Saiful mengatakan, bahwa ia mendapat laporan di daerah lain seperti Winongan, Grati juga ada pemotongan kayu di pinggir lajan.

“Kemaren ada yang melapor ke saya di daerah Winongan dan Grati juga ada pemotongan kayu di pinggir jalan,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Saiful Arif, selaku ketua LSM M-BARA yang saat itu sempat mendatangi tempat pemotongan bersama Saiful Rizal, berjanji segera akan mendatangi dinas terkait untuk mengklarifikasi atas temuan ini.

“Saya akan segera melaporkan ke penegak hukum apabila memang ada dugaan pembalakan liar. Kita lihat saja nanti hasil dari pulbaket kita,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, dari pihak Dinas Bina Marga, Rudi mengatakan, itu hanya rancapan, yang rimbun kita rampas.

“Itu ada ijin rancapan antisipasi pohon tumbang mas,” jelasnya. (Red)

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *